• This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn more.

Food Combining Ampuh Mengobati Luka

Kepala Suku

Web & Mobile Developer
Staff member
#1
12 November yang lalu, aku sekeluarga mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju kampung halaman. Aku yang habis kerja maraton Yogya - Salatiga - Semarang memaksakan diri menyetir sepeda motor dari Semarang ke Bojonegoro melewati jalur Purwodadi - Blora - Bojonegoro. Sesampainya di area perhutani Blora, aku dikuasai rasa kantuk yang luar biasa. Tanpa diduga, aku oleng saat menghadapi tikungan (terjadi kecelakaan tunggal). Helm Kevin bagian atas pecah jadi dua bagian tapi Alhamdulillah dia aman. Hanya mengalami luka gores sedikit. Ibunya luka di tangan dan kaki.

Sedangkan aku malah yang agak parah. Sikut bagian kiriku luka agak lebar dan memanjang. Dengkul bagian kiri luka-luka dan pergelangan kaki kanan juga lecet. Leherku terasa sakit saat digunakan untuk menengok ke kiri. Perutku bagian kiri juga sakit seperti habis membentur sesuatu. Sakitnya berbeda dengan keram saat sensasi refluks terjadi.

Luka-luka yang kualami memberikan sensasi yang nano-nano. Wudlu harus dengan sangat hati-hati karena guyuran air membuat luka itu semakin bertambah perih.

Aku ingat saat Ayi operasi cabut 4 giginya tanpa bengkak dan cepat sembuh lukanya berkat minum jus sayur yang intensif. Aku pun melakukannya. Jatah jus sayurku kutambah. Jika biasanya sehari-hari hanya minum jus sayur sekali sebelum tidur saja maka kali ini jus sayurnya ditambah 2 sampai 3 kali sehari. Alhamdulillah...

Setelah seminggu berlalu, luka-luka itu telah sembuh. Kulit-kulit yang mati sudah mengelupas dengan sendirinya tanpa meninggalkan nanah seperti saat korengen di waktu kecil. Kulit-kulit mati itu seperti pasir yang menempel pada kulit belaka. Cuma diusap sudah rontok dengan sendirinya. Padahal! Aku tidak minum obat atau mengolesi luka itu dengan salep. The power of jus sayur memang luar biasa. Aku jadi semakin mantab untuk melanjutkan Food Combining sebagai gaya hidup. Bukan sekedar menjadi Food Therapy belaka.