• This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn more.

Caper Bukanlah Tanda Cinta

Kepala Suku

Web & Mobile Developer
Staff member
#1
Kehidupan ini penuh dengan warna-warni gaya sosial yang terkadang membuat kita tak memahami apa maksud dan tujuan gaya sosial tersebut. Di dalam ranah interaksi sosial, kita mengenal istilah caper atau cari perhatian. Caper oleh sebagian orang dianggap sebagai ekspresi dari seseorang yang ingin diperhatikan oleh orang lain. Caper ini dianggap sebagai tanda bahwa orang yang caper tersebut mencintai orang yang dicari perhatiannya. Padahal sebetulnya tidak selalu begitu.

Seseorang yang suka melakukan caper pada atasannya belum tentu ia mencintai atasannya dalam artian cinta kepada lawan jenis yang sampai pada tahap ingin menjalin hubungan spesial dengannya. Mungkin saja ia memang suka caper karena merasa ia lebih berhak diperhatikan daripada karyawan yang lain. Hanya sebatas ingin mengekspresikan superioritasnya sebagai karyawan yang patut mendapat apresiasi. Bukan caper untuk mencari perhatian dan agar segera dinikahi.

Sama halnya dengan seorang murid yang caper pada gurunya bukan berarti ia mencintai gurunya dalam artian perhatian layaknya pasangan suami istri. Bisa saja ia hanya ingin mendapat perhatian lebih manakala ia tidak mendapat perhatian yang cukup di rumah.

Pokoknya, caper bukan selalu menjadi tanda bahwa seseorang ingin menjalin hubungan khusus dengan orang yang dicari perhatiannya itu. Banyak motif yang bisa digunakan. So, kalian jangan mudah baper dan merasa paling cool dan paling laku sedunia.